Langsung ke konten utama

01112012_Djunaedi_bos_KDA.jpg

Raja Obat yang Urung Jadi Dokter




Bercita-cita menjadi seorang dokter, tapi profesi itu harus dikubur oleh Djunaidi. Tapi kini, ia menjadi pengusaha yang tak jauh dari dunia medis, yakni pemilik apotek.



Nama apotek KDA atau Kharisma Dewi Agung (KDA) sudah taka sing lagi bagi warga Kota Jambi. Ada dua apotek KDA, masing-masing di bilangan Pasar Jambi dan di Sipin. Itulah apotek yang dimiliki Djunaidi.

"Apotek yang besar ini tak gampang saya mewujudkannya, butuh waktu, tenaga dan pengorbanan untuk mencapai seperti ini," sebut Djunaidi kepada Tribun, Rabu (31/10).


Pria kelahiran 17 Mei 1949 ini mengaku sedari kecil ia bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Tapi karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan kuliah, akhirnya ia memutuskan untuk bekerja.

Setamatnya dari SMA Xaverius I Jambi, ia langsung bekerja di toko obat yang bernama Soei Goan selama enam tahun. Ia mengenang, ketika itu awal kerja ia hanya digaji Rp 1.500 per bulan.

Selama enam tahun bekerja akhirnya ia memberanikan diri berjualan obat ke daerah atau menjadi kanvaser. Hampir 15 tahun ia menjual obat-obatan, atau jamu dengan menggunakan mobil dibantu satu karyawan.

“Obat ini dijual keberbagai daerah seperti Bangko, Sarolangun, Bungo, Linggau, Rantau Panjang, dan beberapa daerah lainnya,” ceritanya kemarin.

Dari usaha ini ada pelajaran yang dipetik dalam berusaha dan berkehidupan sosial, yaitu kepercayaan. Pengakuannya, ketika itu ia tidak mempunyai modal melainkan hanya kepercayaan dari toko obat Siddha Karya. Di toko itulah ia mengambil obat, dan membayar setelah terjual.

Barulah selama 15 tahun berjualan obat ia memiliki tabungan yang cukup untuk buka toko obat kecil-kecilan, membayar sewa ruko. Pada 1990 toko obat itu dinamakan Kharisma Dewi Agung. 

Awalnya ia hanya berjualan obat kecil-kecilan seperti jual sirup hanya 3 botol-6 botol, obat tablet hanya 2 kotak. Setelah 10 tahun penjualan obat lancar, barulah apotek itu dinamakan apotek KDA.

Nama KDA ini bukanlah nama biasa melainkan nama ini mempunyai makna dan tujuan. Kata Kharisma dimaksudkan agara usahanya berkharisma, Dewi merupakan nama istri dan anaknya, sedangkan Agung supaya usaha Agung selamanya. Obat-obatan yang ia datangkan dari Pedagang Besar Farmasi (PBF)  yang resmi. (badriah)
Muhaiyar@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apotek kda promo harga murah